- Introduction
- Expert Reviews
- Usability Testing and Laboratories
- Survey Instruments
- Acceptance Tests
- Evaluation During Active Use
Introduction
Seorang designer yang terlibat jauh didalam proses pengembangan suatu produk terkading bisa membuat suatu kesalahan tanpa disadari. Oleh karena itu, produk-produk haruslah dites secara extensif terlebih dahulu untuk mencari tahu error yang mungkin terjadi. Namun Terting produk secara ekstensif sangat mahal. Oleh karena itu, rencana evaluasi haruslah ada.
Beberapa faktor yang mempengaruhi Evaluation Plan:
- Tahapan design (awal, tengah, akhir)
- Project tersebut apakah project yang benar-benar untuk produk baru atau sudah ada standarnya?
- Banyaknya jumlah pengguna yang diharapkan
- Interface tersebut apakah kritikal atau tidak ( contoh Life-critical Medical System vs Museum Exhibit Support)
- Biaya produk dan budget yang dialokasi untuk testing
- Waktu yang tersedia
- Pengalaman yang dipunyai Tim design dan evaluasi
Cost dari testing juga bervariasi mulai dari 20% dari total biaya project hingga 5%
Testing kebergunaan / usability termasuk menggunakan metode empiris dan non empiris
——————————————————————————————————————————————————
Expert Reviews
Demo yang informal dapat menghasilkan umpan balik yang berharga dan berguna
Namun Expert Reviews adalah jenis metode yang lebih formal dan lebih efektif
Expert Reviews bisa menghabiskan satu setengah hari hinggga 1 minggu dan mungkin bisa lebih tergantung situasi
Bisa dijadwalkan dalam beberapa tahapan di dalam proses pengembangan
Expert yang berbeda cenderung menemukan permasalahan yang berbeda pula. Biasanya 3-5 expert reviewers akan menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Expert Reviewers haruslah mengerti wilayah task, komunitas pengguna dan sifat / behavioudari pengguna pertama kali.
Metode dari Expert Review dapat dipilih dari salah satu dibawah ini:
- Heuristic Evaluation (digunakan untuk menemukan masalah dalam design UI)
- Guidelines Review (melihat kembali pedoman-pedoman yang ada)
- Consistency Inspection (Mengecek tingkat konsistensi dari suatu sistem)
- Cognitive Walkthough (Mengecek error dengan menjalakan suatu sistem sambil mengetes tasks yang ada satu persatu dan melihat apakah users dapat mencapai tujuan mereka di setiap kondisi yang ada)
- Metaphors of human thinking ( untuk membantu designers mengerti apa yang menjadi ciri khas manusia dalam berfikir)
- Formal Usability Inspection
Usability Testing and Laboratories
Usability Testing dan Lab dimulai sejak tahun 1980s. Usability Testing mempercepat banyak project dan menghasilkan suatu penghematan biaya yang luar biasa. Usability Testing dilakukan di Usability Laboratories. Usability Lab terdiri dari 2 10×10 foot, satu bagi participant dan satu lagi bagi tester/pengamat. Participant yang ada merepresentasi komunitas pengguna dengan tentunya memperhatikan segala latar belakang mereka.
Participant yang ada haruslah sukarela dan mendapatkan informasi yang cukup tentang tugas mereka dan prosedurnya. Konsent /persetujuan haruslah didapat oleh tim pengamat dari partisipan. Biasanya dilakukan juga perekaman agar tim evaluasi dan designers bisa melihat kembali dan mencari solusi bagi masalah yang ditemui oleh pengguna. Partisipan harus meggunakan teknik ‘Think-Aloud” dimana mereka mengungkapan apa yang mereka pikirkan dan rasakan secara gamblang dan jelas.
Sudah banyak teknik Usability Testing yang digunakan, misalnya:
- Paper Mockups
- Discount Ustability Testing
- Competitive Usability Testing
- Universal Usability Testing
- Field Test and Portable Labs
- Remote Usability Testing
- Can-you-break-this-tests
Survey Instruments
Media Survey yang tertulis adalah suatu hal yang sangat familiar, tidak memakan biaya yang banyak dan umumnya diterima dalam Usability Tests dan Expert Reviews
Kunci dalam melakukan survey adalah:
- Adanya tujuan yang jelas di awal
- Pengembangan hal-hal yang dapat membantu kita dalam mencapai tujuan
- Task Domain Objects dan Actions
- Syntax dalam menginput dan design display
- Latar Belakang pengguna (umur, jenis kelamin, asal, latar belakang pendidikan, pendapatan)
- Pengalaman / skill dalam memakai komputer
- Tanggung Jawab perkerjaan
- Personality (introvert vs extrovert, sistematik vs opportunistik, etc)
- Alasan jika tidak ingin memakai interface (mungkin kompleks, terlalu lambat)
- Keakraban dengan fitur-fitur yang ditawarkan
- Perasaan mereka setelah memakainya (senang, bingung, bosan, etc)
Accepetance Test
Dibandingkan dengan memiliki suatu pemikiran yang salah dengan istilah “user friendly”, ada baiknya kita menggunakan suatu tolak ukur bagi UI kita yaitu:
- Waktu yang diperlukan untuk mempelajari fungsi yang spesifik
- Kecepatan dalam hal performa
- Tingkat error yang dialami pengguna
- Daya serap manusia dari perintah-perintah yang diberikan dari waktu ke waktu
- Kepuasaan individu pengguna / subjektif
Ketika Acceptance Test sudah berhasil, masih mungkin adanya suatu Field Test sebelum dilakukan pemasaran secara nasional dan internasional.
——————————————————————————————————————————————————
Evaluation During Active Use
Penggunaan aktif yang sukses membutuhkan suatu perhatian yang tetap dan terus menerus dari para manager, user-service personnel dan para staf maintenance
Kesempurnaan tentulah tidak bisa dicapai namun peningkatan presentasi kesempurnaan tentulah bisa dicapai.
Evaluasi pada saat penggunaan aktif bisa dilakukan dengan beberapa cara:
- Interviews and Focus Gorup Discussion
Group Discussion perlu untuk memastikan komentar-komentar yang ada dilaporkan oleh sebagian besar orang.
- Continuous User-Performance Data Logging
- Online or telephone consultants, email, and online suggestion boxes
Di sistem tertentu, konsultan bisa memonitor pengguna dan melihat apa yang pengguna lihat
- Online suggestion box or email trouble reporting
- Discussion Groups, wiki’s and newsgroups
——————————————————————————————————————————————————
Demikian dalam IMK – Evaluating Interface Designs. Sayonara! :)
Jangan meremehkan kemampuan sendiri, karenanya mulailah dengan mengubah kondisi hati kita barulah dapat mengubah dunia agar menjadi lebih baik – Kata Perenungan Master Cheng Yen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar